PTK Dua

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya, penulis menyelesaikan penelitian berjudul: Blog Sebagai Media Pembelajaran Alternatif di SMA Kosgoro Kuningan. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kemampuan blog dalam membantu proses pembelajaran bagi guru dan siswa di SMA Kosgoro Kuningan

Selama penelitian, penulis telah banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:

  1. Bapak dan Ibu guru SMA Kosgoro Kuningan yang telah membantu keberhasilan penelitian ini.
  2. Siswa siswi SMA Kosgoro Kuningan

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan Rahmat dan Karunia-Nya kepada semua pihak yang telah memberikan segala bantuan tersebut di atas. Penelitian ini tentu saja masih jauh dari sempurna, sehingga penulis dengan senang hati menerima kritik demi perbaikan. Kepada peneliti lain mungkin masih bisa mengembangkan hasil penelitian ini pada ruang lingkup yang lebih luas dan analisis yang lebih tajam. Akhirnya semoga penelitian ini ada manfaatnya.

Kuningan, Maret 2008

DAFTAR ISI

hal

Lembar Pengesahan

Kata Pengantar

Daftar Isi

Abstraksi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah

1.2

Tindakan yang Dilakukan

1.3

Tujuan dan Manfaat

BAB II

TELAAH PUSTAKA

2.1

Definisi Blog

2.2

Fitur-fitur dalam blog

2.3

Jenis-jenis Blog

BAB III

PROSEDUR PENELITIAN

3.1

Setting Penelitian

3.2

Prosedur Penelitian

3.2.1

Gambaran Umum Penelitian

3.2.2

Rincian Prosedur Penelitian

3.2.2.1

Persiapan tindakan

3.2.2.2

Implementasi Tindakan

3.2.2.3

Pemantauan dan Evaluasi

3.2.2.4

Analisis dan Refleksi

BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1

Peluang Blog dalam Mendukung Proses Pembelajaran

4.2

Metode-metode Pembelajaran dengan Memanfaatkan Blog

4.2.1

Metode Pertama : Blog sebagai Pusat Pembelajaran

4.2.2

Metode Kedua : Blog guru dan Blog Murid yang Saling Berinteraksi

4.3

Hasil penelitian

4.3.1.

Siklus 1

4.3.2.

Siklus 2

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1

Simpulan

5.2

Saran

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Siklus 1 …………………………………………………………… 12

Tabel 2. Siklus 2 …………………………………………………………… 13

Tabel 3. Penambahan dan peningkatan kreatifitas siswa …………………… 18

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur umum sebuah blog …………………………………………………… 7

Ringkasan

Kurikulum Pendidikan di Indonesia mengalami beberapa kali perubahan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki oleh setiap siswa. Saat ini pemerintah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang memberikan kebebasan pada guru untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. Hal tersebut

menuntut siswa untuk mencari informasi dan sumber-sumber materi pelajar seluas mungkin.

Di sisi lain, Internet memberikan peluang yang sangat besar untuk mendapatkan

informasi yang dibutuhkan tersebut. Jumlah pengguna Internet yang semakin meningkat juga didominasi oleh usia muda, khususnya pelajar. Kebanyakan pelajar di Indonesia memanfaatkan Internet untuk membuka situs-situs jejaring sosial atau bermain game online yang sebenarnya kurang bermanfaat. Padahal ada sebuah teknologi di Internet yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah, yaitu blog. Blog dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk mengembangkan potensi akademiknya melalui sebuah

tulisan. Jika fakta penggunaan Internet yang semakin marak, khususnya aktivitas

menulis blog dikaitkan dengan kurikulum pendidikan yang saat ini diterapkan, maka blog bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendukung proses pembelajaran para siswa dan guru.

Blog adalah sebuah halaman web yang berisi tentang tulisan pribadi atau kelompok yang diurutkan berdasarkan kronologis waktu dan memungkinkan pengunjungnya untuk memberikan komentar. Di dalam blog terdapat fitur-fitur yang dapat mendukung kegiatan penggunanya. Fitur-fitur tersebut antara lain post, komentar, tautan (link), blogroll, sidebar, sindikasi, dan blog aggregator. Blog juga terdiri dari berbagai jenis, yaitu blog sebagai buku harian, linkfest, clubhouses, soapboxes, dan newsroom.

Tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah untuk adalah untuk memperkenalkan

blog kepada para guru dan siswa, mengajak kepada para guru dan siswa agar dapat memanfaatkan blog untuk menunjang proses pembelajaran mereka, dan mengusulkan metode-metode yang dapat digunakan oleh para guru dan siswa dalam menggunakan blog sebagai media pembelajaran alternatif.

Karya tulis ini berbentuk deskriptif dan analitis dengan menggunakan metode kualitatif yang memadukan analisis data-data dengan analisis kualitatif. Data- data yang digunakan dalam karya tulis ini didapatkan berdasarkan studi literatur

(library research), pengamatan, dan pengalaman penulis. Pada bagian pembahasan, penulis memanfaatkan peluang blog dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah. Blog dapat meningkatkan pemahaman dan kreatifitas siswa dalam menyerap pelajaran karena siswa terbiasa mengaplikasikan materi yang sudah didapat melalui sebuah tulisan. Tulisan ini dapat penghasilkan sebuah gagasan yang dapat semakin berkembang dengan adanya komentar dan diskusi melalui blog tersebut. Berdasarkan peluang tersebut, blog dapat digunakan sebagai media pembelajaran.

Terdapat tiga metode yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah.

Pertama, blog guru digunakan sebagai pusat pembelajaran. Pada metode ini, guru menuliskan materi pelajaran pada blog miliknya kemudian siswa melakukan diskusi melalui fasilitas komentar.

Kedua, blog guru dan blog siswa yang saling berinteraksi. Pada metode yang kedua ini, guru dan siswa memiliki blog masing-masing sehingga bisa langsung saling berhubungan.

Ketiga, adalah komunitas blogger pembelajar. Pada metode ini, guru dan siswa dari sekolah yang berbeda dapat sama-sama berdiskusi di sebuah blog. Dengan demikian, blog tersebut menjadi pusat pembelajaran.

Masalah yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam menggunakan Internet bisa disebabkan oleh kurangnya fasilitas untuk mengakses Internet atau kurangnya pemahaman mereka mengenai teknologi dalam Internet. Solusi untuk mengatasi

hal tersebut adalah penyediaan fasilitas di sekolah-sekolah serta diadakannya pelatihan, seminar, atau workshop tentang penggunaan Internet serta blog

Rekomendasi yang penulis berikan melaui karya tulis ini antara lain, guru dan siswa harus mencoba menjadi seorang blogger agar bisa memanfaatkan blog sebagai media pendidikan. Selain itu pembelajaran komputer dan Internet harus diperluas lagi ke seluruh daerah di Indonesia agar guru dan siswa bisa mengerti dan memahami teknologi komputer dan Internet dengan sebaik-baiknya.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sejak tahun 1990-an hingga kini, kurikulum pendidikan menengah di Indonesia sudah berganti beberapa kali. Mulai dari Kurikulum 1994 yang menuai banyak kritik lantaran beban belajar siswa terlalu berat karena adanya muatan nasional dan muatan lokal. Oleh karena itu, dibuatlah Suplemen Kurikulum 1999. Pada tahun 2004, kurikulum pendidikan Indonesia disempurnakan lagi menjadi kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Perpindahan kurikulum dari Kurikulum 1994 menjadi KBK mengharuskan siswa mencapai standar kompetensi tertentu yang sudah ditetapkan1. Untuk mencapai standar kompetensi tersebut, siswa dituntut untuk aktif mendapatkan ilmu pengetahuan dari berbagai macam sumber ilmu, tidak hanya dari guru kelas saja.

Pada tahun 2006 pemerintah pun menerapkan kurikulum baru yang bernama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pada KTSP, guru diberi kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. Hal ini mengharuskan para siswa dan guru untuk mendapatkan sumber informasi sebanyak-banyaknya. Sayangnya, sumber ilmu pengetahuan yang para guru dan siswa miliki untuk menunjang proses pembelajarannya relatif sedikit. Buku-buku teks pelajaran yang dimiliki oleh sekolah jumlahnya pun terbatas.

Hal ini sudah tentu akan menimbulkan keterbatasan wawasan yang diterima siswa dan kurang termotivasinya guru untuk menambah kemampuannya berdasarkan keadaan yang semakin maju. Dalam penelitian ini penulis merumuskan masalah-masalah yang dihadapi di sekolah diantaranya :

  1. Kurang luasnya wawasan pengetahuan siswa yang diterima di sekolah, sebatas buku-buku paket yang ada.
  2. Kurangnya motivasi dan kreatifitas siswa untuk mencari atau menambah wawasan dari literatur literatur yang lain.
  3. Keterbatasan pengetahuan guru karena selalu berpedoman pada buku-buku paket yang ada
  4. Kurangnya motivasi guru untuk mencari atau menambah wawasan dari literatur literatur yang lain.

B. Tindakan yang di lakukan

Saat ini internet telah menjelma menjadi sumber informasi yang lengkap, mudah, dan cepat untuk diakses oleh siapapun dan dimanapun. Saat mengakses Internet, banyak aktivitas yang dilakukan oleh para siswa, seperti mengirim dan menerima e-mail, chatting atau mengobrol lewat Internet, dan yang paling sering dilakukan adalah membuka situs-situs Internet, terutama situs-situs jejaring sosial (social networking), seperti Friendster (www.friendster.com) dan Facebook (www.facebook.com). Di situs-situs jejaring sosial seperti ini mereka dapat berinteraksi dengan teman-teman mereka. Hal ini membawa kesenangan sendiri bagi mereka karena mereka secara aktif terlibat dalam kegiatan yang menyenangkan bersama teman-teman mereka. Di sisi lain, saat ini sebenarnya ada satu jenis situs lainnya yang cukup populer, bermanfaat, dan diminati oleh banyak pengguna Internet pada umumnya, tidak hanya para remaja. Jenis situs Internet itu adalah blog. Blog adalah sebuah media berupa situs Internet yang dimiliki oleh seseorang, yang pemiliknya bisa menuliskan apapun. Masing-masing blog memiliki fasilitas komentar, sehingga para pengunjung yang datang ke blog tersebut dapat saling berinteraksi dan berdiskusi.

Mengapa aktivitas menulis blog amat disukai banyak orang? Melalui blog, setiap orang bisa mengekspresikan diri mereka dengan menulis apa yang ada di pikiran mereka. Melalui blog pula, setiap orang yang memiliki blog dapat saling berinteraksi dengan cara saling mengunjungi blog dan meninggalkan komentar di sana. Banyak orang pun merasakan betapa asyik dan bermanfaatnya aktivitas menulis blog ini. Lebih jauh lagi, hasil beberapa survey menemukan bahwa sebagian besar pemilik blog ini adalah masyarakat dengan usia remaja, siswa, dan mahasiswa. Bukanlah hal yang sulit bagi para siswa yang sebelumnya sudah melek Internet untuk mulai menulis blog. Lebih detail tentang blog akan penulis jelaskan secara lebih khusus pada bagian-bagian selanjutnya dalam karya tulis ini. Jika fakta penggunaan Internet yang semakin marak, khususnya aktivitas menulis blog dikaitkan dengan kurikulum pendidikan yang saat ini diterapkan, maka blog bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendukung proses pembelajaran para siswa dan guru. Sejalan dengan kendala pembelajaran yang dijelaskan di atas, dan asumsi bahwa wawasan siswa maupun guru terhadap pembelajaran akan lebih bertambah apabila menggunakan model pembelajaran yang menarik serta penggunaan internet (blog) dalam PBM, penulis mengajukan sebuah hipotesis bahwa pembelajaran melalui blog bisa meningkatkan wawasan siswa dan guru terhadap materi . Karena itu penulis melakukan sebuah penelitian mengenai Blog Sebagai Media Pembelajaran efektif di SMA Kosgoro

C. Tujuan dan Manfaat

Penulisan karya tulis ini memiliki beberapa tujuan,

Pertama, adalah untuk memperkenalkan blog kepada para guru dan siswa.

Kedua, adalah untuk mengajak kepada para guru dan siswa agar dapat memanfaatkan blog untuk menunjang proses pembelajaran mereka.

Ketiga, mengusulkan metode-metode yang dapat digunakan oleh para guru dan siswa dalam menggunakan blog sebagai media pembelajaran alternatif.

Keempat, untuk mengkaji peningkatan wawasan/kemampuan yang dimiliki siswa maupun guru

Manfaat dan signifikansi dari karya tulis ini adalah,

pertama, memberikan informasi tentang aktivitas menulis blog yang saat ini populer di kalangan pengguna Internet di Indonesia, khususnya di kalangan siswa.

Kedua, memberikan informasi tentang penggunaan Internet yang positif dan bermanfaat bagi kalangan remaja dan siswa.

Ketiga, karya tulis ini mengusulkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kecenderungan dan tren para remaja saat ini, sehingga diharapkan hasil pembelajaran yang didapatkan menjadi maksimal.

BAB II

TELAAH PUSTAKA

A. Definisi Blog

Blog berasal dari asal kata web log. Web artinya Internet, dan log artinya adalah catatan. Secara harfiah, blog bisa didefinisikan sebagai catatan harian yang ditulis dan dipublikasikan di Internet. Salah satu di antara definisi paling awal tentang blog dicetuskan oleh Rebecca Blood, pemilik blog http://www.rebeccablood.net dan penulis buku The Weblog Handbook, Blog adalah sebuah halaman web, dengan tulisan terbaru diletakkan di bagian isi paling atas, isinya sering diperbarui – kadang-kadang beberapa kali dalam sehari. Seringkali di sisi dari halaman web tersebut ada sebuah daftar link (tautan) yang merujuk ke halaman sejenis.

Menurut The Meriam-Webster dictionary, Blog is the term as an online personal journal that houses reflections, comments, and hyperlinks. Jadi blog merupakan sebuah istilah jurnal pribadi online yang berisi tentang refleksi diri, komentar dan link. Berdasarkan dua definisi sebelumnya dapat disimpulkan bahwa blog adalah sebuah halaman web yang berisi tulisan pribadi atau kelompok yang diurutkan berdasarkan kronologis waktu dan memungkinkan pengunjungnya untuk memberikan komentar.

B. Fitur-Fitur dalam Blog

Blog dilengkapi oleh beberapa fitur yang dapat mendukung kegiatan penggunanya dalam blog tersebut. Setiap situs memiliki fitur-fitur yang berbeda dan tidak semua blogger4 membutuhkan setiap fitur yang disediakan. Secara umum, setiap blog memiliki fitur post, komentar, tautan (link), blogroll, sidebar, sindikasi, dan blog aggregator.

1. Post

Post atau entri blog adalah sebuah tulisan yang terpisah dengan tulisan-tulisan lainnya yang ada di dalam blog. Tulisan ini merupakan bagian utama yang menggambarkan isi dari sebuah blog.

2. Komentar

Komentar merupakan fasilitas yang memberi kesempatan bagi para pengunjung sebuah blog untuk memberikan tanggapan mengenai tulisan dalam blog.

3. Tautan (link)

Sebuah tulisan yang menghubungkan antara sebuah halaman website dengan halaman yang lain. Apabila sebuah tautan diklik dengan mouse komputer, maka halaman website baru akan terbuka.

4. Blogroll

Blogroll adalah kumpulan tautan atau link dari halaman blog atau halaman web yang sering dikunjungi oleh pemilik blog.

5. Sidebar

Sidebar merupakan bagian dari sebuah halaman blog yang berada di samping kiri, kanan atau keduanya. Sidebar juga biasanya berisi informasi-informasi tambahan tentang blog milik blogger.

6. Sindikasi

Setiap blog memiliki fasilitas yang disebut RSS (Really Simple Syndication). Dengan menggunakan fasilitas RSS ini, isi dari sebuah blog bisa disindikasi dan dibaca di tempat lain tanpa harus mengunjungi blog tersebut.

7. Blog Aggregator

Blog aggregator adalah sebuah halaman web yang mengambil sindikasi dari blog-blog yang telah dimasukkan di dalamnya, sehingga pada saat blog-blog tersebut menampilkan entri blog terbaru, entri tersebut juga akan tampil di blog aggregator. Biasanya, tujuan dari adanya blog aggregator adalah untuk membuat sebuah komunitas blogger yang memudahkan para anggota komunitasnya untuk saling membaca blog-nya masing-masing.

Semua fitur-fitur tersebut dapat digunakan untuk membangun sebuah blog yang dapat memberi manfaat bagi orang lain dan dapat meningkatkan interaksi sesama manusia di dunia maya.

C. Jenis-jenis Blog

Secara umum, blog dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Blog sebagai buku harian

Salah satu jenis tulisan yang banyak terdapat di blog adalah kisah yang dialami oleh penulis dalam kehidupan sehari-harinya. Tulisan tersebut bisa menggambarkan pribadi penulisnya sehingga blog juga bisa berfungsi sebagai buku harian.

2. Blog sebagai linkfest

Salah satu fitur yang terdapat dalam sebuah blog adalah tautan (link) yang memungkinkan penggunannya untuk mencantumkan link-link dari halaman website tertentu. Dengan demikian blog dapat menghubungkan pengunjungnya untuk mengakses alamat situs lain secara lain dari sebuah blog. Hal ini memudahkan para pengguna Internet untuk mendapatkan informasi lebih akurat.

3. Blog sebagai clubhouses

Blog bisa menjadi sebuah wadah perkumpulan untuk orang-orang yang memiliki kesamaan hobi atau paradigma akan suatu hal. Melalui perkumpulan ini setiap orang dapat saling bertukar ide dan pikiran tentang hal-hal yang diminati. Secara tidak langsung blog menjadi media penghubung yang cukup terarah melalui wadah perkumpulan ini.

4. Blog sebagai soapboxes

Opini seseorang mengenai informasi terkini yang sedang tejadi di sekitarnya seringkali dituangkan dalam bentuk tulisan di sebuah blog. Berita tentang teknologi, sosial, politik, dan ekonomi banyak ditemukan di blog sehingga blog menjadi sebuah gudang informasi yang relevan untuk diakses.

5. Blog sebagai newsroom

Blog berperan sebagai media elektronik yang menyebarluaskan berita yang sedang terjadi. Perubahan kecenderungan manusia untuk mengakses berita dari media cetak menjadi media elektronik menjadikan tulisan-tulisan dalam blog sebagai sumber-sumber berita terkini secara online.

BAB III

PROSEDUR PENELITIAN

A. Setting Penelitian

Penelitian dilakukan dalam tiga kelompok penelitian. Pertama kelompok guru pengajar Ilmu Alam, kedua kelompok guru pengajar Ilmu Sosial dan ketiga kelompok guru pengajar Ilmu bahasa. Serta jumlah siswa masing-masing program yang ada di SMA Kosgoro. Objek penelitian adalah penyelenggaraan pembelajaran di kelas dengan menggunakan blog pada internet

B. Prosedur Penelitian

1. Gambaran Umum Penelitian

Penelitian dilakukan di ruang multimedia pada saat jam pelajaran Biologi, Ekonomi dan Bahasa Indonesia pada waktu yang berlainan, berkolaborasi dengan guru pengajar masing-masing pelajaran, sebagai pelaksana proses pembelajaran. Siklus yang direncanakan berjumlah dua siklus. Siklus pertama dilakukan pada minggu kedua bulan September, hasil pengamatan kolaborator dari siklus pertama kemudian analisis untuk perbaikan pada siklus kedua yang dilakukan pada minggu ke tiga bulan September 2007

2. Rincian Prosedur Penelitian

a. Persiapan Tindakan

Kelengkapan media yang akan digunakan diantaranya : Komputer yang memiliki jaringan internet dan menentukan blog yang akan digunakan dari masing-masing mata pelajaran.

b. Implementasi Tindakan

Awal kegiatan dimulai dengan penjelasan materi yang akan diajarkan oleh guru pengajar. Kemudian siswa ditugaskan untuk mencari informasi dari internet yang berkaitan dengan materi. Guru melakukan evaluasi proses terhadap kerja kelompok dan individu. Pada akhir sesi guru melakukan evaluasi akhir dengan soal-soal sudah disediakan. Peneliti melakukan observasi mengenai keaktifan proses pembelajaran yang terjadi.

c. Pemantauan dan Evaluasi

Hal yang diamati kolaborator dipusatkan pada peneliti sebagai guru dalam upaya membantu murid belajar, dan perilaku murid selama proses pembelajaran berlangsung, serta suasana pembelajarannya.

Hal yang akan diamati:

(1) bagaimana guru mengelola kelas,

(2) bagaimana murid menanggapi upaya-upaya guru,

(3) sejauh mana murid aktif belajar

(4) bagaimana pemahaman siswa terhadap materi

Hasil pengamatan awal terhadap proses tersebut  dituangkan dalam bentuk catatan-catatan  observasi lengkap, yang menggambarkan dengan jelas cuplikan/episode proses pembelajaran dalam situasi nyata.

d. Analisis dan Repleksi

Langkah selanjutnya adalah memeriksa catatan-catatan observasi sebagai data awal untuk mengidentifikasi  masalah-masalah yang masih ada dan aspek-aspek apa yang perlu ditingkatkan untuk memecahkan masalah yang ditemukan.

Catatan observasi ini kemudian dianalisis bersama dengan mitra kolaborasi kemudian ditafsirkan untuk mengetahui peningkatan aktivitas siswa dan pemunculan keterampilan kooperatif siswa, sedangkan evaluasi dilakukan untuk mengukur peningkatan prestasi belajar siswa.

Indikator keberhasilan yang ingin dicapai dari penggunaan pembelajaran menggunakan blog : a) Wawasan pengetahuan siswa meningkat b).Motovasi dan keterlibatan siswa dalam PBM menjadi maksimal c) Wawasan pengetahuan guru meningkat.

Rencana analisis yang akan digunakan untuk mengukur keberhasilan merupakan interprestasi kuantitas dari (1) lembar observasi yang diisi oleh patner kolaborator pada saat tindakan dilakukan dikelas, (2) angket yang diisi siswa tentang motivasi belajar yang dirasakannya saat PBM menggunakan media pembelajaran blog, dan (3) hasil evaluasi siswa.

Siklus pertama dapat digambarkan dalam sebuah tabel berikut.

Tabel 1

Siklus 1

Ide awal

Memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran

Rumusan masalah

Keadaan proses belajar mengajar yang berlangsung dengan menggunakan metode konvensional menyebabkan siswa pasif, bagi siswa kegiatan belajar kurang menarik, pemahaman siswa terhadap materi kurang

Hipotesis

Dengan menggunakan media pembelajaran internet blog dapat menarik minat siswa belajar dan meningkatkan pemahaman materi pelajaran

Perencanaan tindakan

Mengajak guru untuk melakukan penelitian terhadap permasalahan

Menyusun rencana pembelajaran dengan menggunakan blog sebagai media

Menyiapkan fasilitas multimedia

Menyiapkan blangko observasi

Menyiapkan blangko angket

Tindakan

Mengajak semua siswa ke ruang multimedia

Menjelaskan rencana pembelajaran secara umum

Guru menjelaskan mengenai materi yang akan diajarkan dalam blog yang sudah ditentukan.

Setiap siswa membuka blog blog yang sudah ditentukan dan memberikan komentar pada blog tersebut

Guru membantu secukupnya pada setiap siswa

Setiap siswa mencari penjelasan mengenai materi yang sesuai dengan yang diajarkan

Guru menanyakan pada siswa tentang penjelasan materi yang didapat dari internet

Melakukan evaluasi akhir

Observasi

Mengamati perilaku siswa dan guru terhadap penggunaan model pembelajaran menggunakan blog

Memantau proses penggunaan internet

Mengamati pemahaman siswa terhadap materi

Mengamati pemahaman guru materi yang ditemukan siswa

Refleksi

Mencatat hasil observasi

Mengevaluasi dan menganalisis hasil observasi

Menganalisa hasil pembelajaran

Merencanakan perbaikan dari kendala-kendala yang ditemukan untuk siklus selanjutnya

Untuk memanfaatkan kemampuan siswa yang sudah mempelajari pembuatan blog pada pelajaran TIK, maka pada siklus kedua di tiap mata pelajaran guru sudah menyediakan blognya mengenai materi yang diajarkan dan siswa menjelaskan kembali dengan menambah referensi-referensi yang baru dari web lain serta komentar-komentar dari permasalahan yang diajukan guru dan dibuat dalam blognya sendiri Sehingga pada siklus ke dua memiliki perubahan dalam hal pelaksanaan tindakan, jika siklus pertama siswa hanya membuka blog lain yang ada kaitannya dengan materi sementara pada siklus kedua siswa dituntut memiliki kemampuan lain untuk menjelaskan dalam blognya.

Siklus 2

Ide awal

Memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran dari siklus pertama

Rumusan masalah

Keadaan proses belajar mengajar yang berlangsung dengan menggunakan metode konvensional menyebabkan siswa pasif, bagi siswa kegiatan belajar kurang menarik, pemahaman siswa terhadap materi kurang

Hipotesis

Dengan menggunakan media pembelajaran internet blog dapat menarik minat siswa belajar dan meningkatkan pemahaman materi pelajaran

Perencanaan tindakan

Mengajak guru untuk melakukan penelitian terhadap permasalahan

Menyusun rencana pembelajaran dengan menggunakan blog sebagai media

Menyiapkan fasilitas multimedia

Menyiapkan blangko observasi

Menyiapkan blangko angket

Tindakan

Mengajak semua siswa ke ruang multimedia

Menjelaskan rencana pembelajaran secara umum

Guru menjelaskan mengenai materi yang akan dijarkan dalam blog yang sudah ditentukan.

Setiap siswa membuka blog yang sudah ditentukan dan mengupasnya kembali atau menambahkan dengan referensi baru dalam blognya sendiri

Guru membantu secukupnya pada setiap siswa

Setiap siswa mencari penjelasan mengenai materi yang sesuai dengan yang diajarkan

Guru menanyakan pada siswa tentang penjelasan materi yang didapat dari internet

Melakukan evaluasi akhir

Observasi

Mengamati perilaku siswa dan guru terhadap penggunaan model pembelajaran menggunakan blog

Memantau proses penggunaan internet

Mengamati pemahaman siswa terhadap materi

Mengamati pemahaman guru materi yang ditemukan siswa

Refleksi

Mencatat hasil observasi

Mengevaluasi dan menganalisis hasil observasi

Menganalisa hasil pembelajaran

Merencanakan perbaikan dari kendala-kendala yang ditemukan untuk siklus selanjutnya

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Peluang Blog dalam Mendukung Proses Pembelajaran

Pada bagian sebelumnya, penulis sudah menggambarkan perubahan-perubahan kurikulum yang terjadi di Indonesia. Pemerintah pun menciptakan sebuah kurikulum yang diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Hal tersebut didasari oleh fakta bahwa seseorang dapat menyerap pelajaran dengan baik apabila ia telah mengoptimalkan seluruh potensi indranya dalam belajar. Tidak hanya membaca dan mendengarkan penjelasan dari guru, tetapi juga menuangkan apa yang ada dalam pikirannya secara langsung, misalnya dengan menulis. Menulis dapat menjadi salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan otak dalam menyerap materi pelajaran.

Peran guru dalam membangun kultur pembelajaran melalui blog sangatlah penting. Motivasi setiap siswa untuk menuangkan gagasannya melalui blog tidaklah terlepas dari dukungan guru sebagai pengajar. Guru juga dapat mengarahkan diskusi dan komentar-komentar tentang materi atau tulisan yang sudah dibuat oleh para siswanya. Selain itu, guru juga bisa menyampaikan materi atau tugas melalui blog sehingga memudahkan penyebaran informasi.

B. Metode-metode Pengajaran dengan Memanfaatkan Blog

Terdapat beberapa metode yang bisa digunakan oleh para guru dan siswa dalam memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran alternatif.

1. Metode Pertama: Blog Guru sebagai Pusat Pembelajaran

Metode ini digunakan pada siklus pertama. Metode ini adalah metode paling sederhana dari pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran dan sangat mungkin diterapkan pada sekolah yang tidak terlalu memiliki fasilitas komputer dan Internet yang memadai. Para siswa tidak perlu membuat blog dan pusing-pusing mengisinya secara rutin karena seluruh topik pembelajaran beserta diskusi dan interaksinya sudah terpusat di satu tempat. Pada metode ini, para guru harus memiliki blog-nya masing-masing yang akan diisi secara rutin dengan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan mata pelajaran yang diajarkan. Melalui fasilitas komentar, para siswa beserta gurunya bisa berdiskusi secara aktif mengenai topik tersebut. Guru dan siswa juga bisa saling memperkaya wawasan dan informasinya masing-masing dengan cara memberi link pada komentar tersebut yang menuju website lain yang relevan dengan materi tersebut.

Keuntungan dari metode ini adalah metode ini relatif cepat dan mudah bagi para siswa, karena para siswa tidak perlu membuat blognya masing-masing. Selain itu, karena semua interaksi dilakukan di blog sang guru, setiap aktivitas yang dilakukan oleh para siswa tersebut dapat dipantau dengan mudah oleh guru tersebut. Hal ini akan meminimalisir adanya kalimat-kalimat negatif dari para siswa tersebut di blog-nya. Guru tentu saja harus mempromosikan blog-nya di kelas setiap kali dia mengajar, agar para siswa mengetahui tentang blog tersebut.

2. Metode Kedua: Blog Guru dan Blog Murid yang Saling Berinteraksi

Untuk memanfaatkan fasilitas yang ada dan kemampuan yang sudah dimiliki siswa, pada siklus kedua digunakan metode ini, metode kedua ini sangat tepat untuk diterapkan. Karena siswa-siswa dan guru memiliki kesempatan lebih banyak untuk menggunakan Internet, para siswa dan guru ini seharusnya mampu mengelola blog mereka masingmasing. Pada dasarnya, metode kedua ini cukup mirip dengan metode pertama, karena blog milik sang guru masih memegang peran yang sangat penting sebagai fasilitator dan pengarah para murid dalam kurikulum pendidikan. Satu hal yang membedakan metode kedua dengan metode pertama adalah bahwa para siswa harus memiliki blog-nya masing-masing. Kelebihan yang cukup signifikan dari metode kedua ini dibandingkan dengan metode pertama adalah bahwa para siswa akan memiliki semangat yang lebih dalam berkompetisi dengan temantemannya. Tentu saja iklim kompetisi ini harus ditumbuhkan oleh guru dengan cara memberi berbagai bonus baik itu bonus nilai maupun bonus di dunia nyata bagi siswa yang blog-nya diurus dengan rutin dan serius. Pada tahap awal, apabila para siswa tidak memiliki blog dan mungkin saja tidak tertarik untuk memiliki blog, guru harus mendorong para siswa untuk memiliki blog. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan tugas yang harus dikerjakan oleh siswa-siswanya dan dituliskan di blog-nya masingmasing.

C. Hasil Penelitian

Berikut adalah hasil dari pengamatan yang peneliti lakukan yaitu mengenai keaktifan pembelajaran dan penambahan wawasan siswa dan guru

1. Siklus pertama

Pada program bahasa mata pelajaran Bahasa Indonesia penelitian dilakukan pada kelas XII Bahasa yang memiliki jumlah siswa 31 orang. Dari seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran dengan blog di ruang mutimedia menunjukkan seluruh siswa begitu antusias dan aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Ini menunjukkan presentase yang maksimal (100%) kebergairahan, kesenangan dalam belajar bisa diperoleh dengan pembelajaran ini. Langkah ini mengindikasikan bahwa siswa senang belajara dengan model pembelajaran ini.

Sementara penambahan wawasan yang diterima siswa dari hasil angket menunjukkan pada siklus pertama ini 25 orang atau sekitar 80,65% merasakannya dan menyatakan adanya pengembangan kreatifitas dalam menyampaikan/menjelaskan pendapatnya tentang materi pembelajaran dan sisanya 19,35 % merasa sudah cukup. Wawasan yang diperoleh guru menunjukkan adanya peningkatan dengan diterimanya komentar-komentar yang kadang belum terpikirkan. Siswa sudah bisa memberikan komentar dengan berbagai contoh/fakta yang didapat dari internet.

Pada Program Ilmu Alam mata pelajaran Biologi penelitian dilakukan pada kelas XII Alam yang berjumlah 36 siswa. Sama halnya dengan program bahasa pada program ilmu alam ini keaktifan dalam pembelajaran menunjukkan presentasi maksimal (100%). Sementara penambahan wawasan yang diterima siswa 30 orang atau 83,33% merasakannya dan menyatakan adanya pengembangan kreatifitas dalam menyampaikan/menjelaskan pendapatnya tentang materi pembelajaran dan sisanya 16,67 % merasa cukup. Wawasan yang diperoleh guru menunjukkan adanya peningkatan dengan diterimanya komentar-komentar yang kadang belum terpikirkan. Siswa sudah bisa memberikan komentar dengan berbagai contoh/fakta yang didapat dari internet.

Pada Program Sosial mata pelajaran Ekonomi penelitian dilakukan pada kelas XII Soaial 3 yang berjumlah 43 siswa. Keaktifan dalam pembelajaran menunjukkanpresentasi maksimal (100%). Penambahan wawasan yang diterima siswa 35 orang atau 81,40% merasakannya dan menyatakan adanya pengembangan kreatifitas dalam menyampaikan/menjelaskan pendapatnya tentang materi pembelajaran dan sisanya 18,60 % merasa cukup. Wawasan yang diperoleh guru menunjukkan adanya peningkatan dengan diterimanya komentar-komentar yang kadang belum terpikirkan. Siswa sudah bisa memberikan komentar dengan berbagai contoh/fakta yang didapat dari internet.

2. Siklus Kedua

Pada siklus ke dua di ketiga program keaktifan siswa masih menunjukkan presentasi maksimal (100%). Pada program bahasa penambahan wawasan yang diterima siswa dari hasil angket menunjukkan 28 orang atau sekitar 90,32% merasakannya dan menyatakan adanya pengembangan kreatifitas dalam menyampaikan/menjelaskan pendapatnya tentang materi pembelajaran dan sisanya 9,68 % merasa sudah cukup. Pada Program Ilmu Alam penambahan wawasan yang diterima siswa 34 orang atau 94,44% merasakannya dan menyatakan adanya pengembangan kreatifitas dalam menyampaikan / menjelaskan pendapatnya tentang materi pembelajaran dan sisanya 5,56 % merasa cukup. Pada Program Sosial penambahan wawasan yang diterima siswa 39 orang atau 90,70% merasakannya dan menyatakan adanya pengembangan kreatifitas dalam menyampaikan/menjelaskan pendapatnya tentang materi pembelajaran dan sisanya 9,30 % merasa cukup. Pada siklus kedua wawasan yang diperoleh guru menunjukkan adanya peningkatan yang lebih dari siklus pertama dengan diterimanya komentar-komentar dan penjelasan penjelasan dari siswa yang lebih luas sesuai dengan kreatifitas masing-masing Siswa semakin kreatif dalam mencari dan menambahkan referensi lain dalam blognya.

Digambarkan dalam bentuk tabel dan grafik mengenai penambahan wawasan dan peningkatan kreativitas siswa

Tabel 3

Program

Siklus 1

Siklus 2

Bahasa

80,65%

90,32%

Ilmu Alam

83,33%

94,44%

Ilmu Sosial

81,40%

90,70

Hasil penelitian menunjukkan penambahan wawasan disertai dengan kreatifitas siswa dengan menggunakan media pembelajaran blog adalah memuaskan. Apalagi media pembelajaran ini membuat suasana pembelajaran menyenangkan bagi siswa. Sehingga akan mempengaruhi peningkatan kemampuan terahadap materi yang diajarkan guru. Demikian juga wawasan dan kretifitas guru dituntut lebih tinggi lagi untuk mengimbangi kemampuan yang dimiliki siswa

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Salah satu fasilitas di Internet yang dapat digunakan untuk kegiatan pendidikan adalah blog. Melalui blog, guru dan siswa dapat melakukan kegiatan belajar mengajar melalui fitur-fitur yang disediakan, seperti post dan komentar. Melalui blog pula, para siswa membiasakan diri untuk menulis di media yang dapat dibaca oleh banyak orang.

Blog bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran alternatif bagi para guru dan siswa, dengan metode-metode yang sudah penulis jelaskan sebelumnya. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, blog yang saat ini sangat populer di kalangan remaja dapat mendukung proses pembelajaran para siswa di SMA.

Ada beberapa metode yang dapat dijalankan dengan menggunakan blog sebagai media pembelajaran. Pertama, guru sebagai pusat pembelajaran. Kedua, blog guru dan blog siswa yang saling berinteraksi.

Dari hasil penelitian, proses pembelajaran lebih efektif dengan menggunakan media pembelajaran lewat internet/blog karena dengan media ini siswa dibawa kesuasana belajar yang menyenangkan. Hal ini membuat siswa lebih bergairah dan tentu akan berdampak pada peningkatan penerimaan atau pemahaman terhadap materi belajar.

Masalah yang dihadapi oleh para guru dan siswa dalam menggunakan Internet, khususnya blog adalah keterbatasan fasilitas serta berbedanya tingkat pemahaman. Solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah penyediaan fasilitas di sekolah-sekolah serta diadakannya pelatihan, seminar, atau workshop tentang penggunaan Internet serta blog.

B. Saran

Dalam pembelajaran disekolah yang memiliki fasilitas jaringan internet sebaiknya fasilitas tersebut digunakan secara maksimal untuk menunjang keberhasilan pembelajaran diantaranya melalui pembelajaran media blog.

Agar blog dapat media digunakan sebagai media pembelajaran, diperlukan komitmen yang tinggi serta konsistensi oleh guru dan siswa. Tanpa komitmen dan konsistensi, semakin lama semangat guru dan siswa akan menurun bahkan bisa sampai meninggalkan blog. Selain itu, penyediaan fasilitas Internet yang memadai dan serta edukasi tentang penggunaan Internet dan blog juga sangat penting agar mereka dapat menggunakannya dengan baik dan benar.

DAFTAR PUSTAKA

BUKU

Blood, Rebecca. 2002. The Weblog Handbook, Basic Books, A Member of the Perseus Books Group

Kline, David dan Burstein, Dan. 2005. Blog! How The Newest Media Revolution is Changing Politics, Business, and Culture. New York: CDS Books

Stefanac, Suzanne. 2007. Dispatches from Blogistan. Canada: New Riders

INTERNET

Blog Kesadaran Sejarah. Kurikulum Pendidikan Kita. http://dedidwitagama.wordpress.com/2008/03/24/tentang-kurikulumindonesia/

506/. Diakses 29 Maret 2008

Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Keterbatasan Infrastruktur Hambat e-Learning. http://www.depkominfo.go.id/. Diakses

10 April 2008

Detikinet. Blogger Ditantang Menkominfo. http://www.detikinet.com/index.php/ detik.read/tahun/2007/bulan/10/tgl/27/time/175456/idnews/845631/idkana

l/447. Diakses 29 Maret 2008

Wahono, Romi Satria. Hasil Diskusi Blogger dan Komunitas Maya dengan Pak Nuh. http://romisatriawahono.net/2008/04/08/hasil-diskusi-blogger-dankomunitas- maya-dengan-pak-nuh/. Diakses 10 April 2008

Sudrajat, Akhmad. Pengembangan Diri dalam Blog. http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/27/pengembangan-diridalam- ktsp/. Diakses 22 Maret 2008

Tamim, M. 2007. Blog dan Pendidikan. http://mtamim.wordpress.com/ 2007/06/04/blog-dan-pendidikan/. Diakses 22 Maret 2008

Satu pemikiran pada “PTK Dua

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s