Rahasia mudah menjadi pemimpin efektif

Dibetulkan dasinya, dipas-paskan lagi jas almamaternya, kemudian ia mengambil nafas panjang. “Rileks, saya rileks, saya bisa pidato bagus,” berkali-kali ia membisikkan kalimat itu pada dirinya.

Akhirnya saat itu datang, ia harus memberikan sambutan pertama kali sebagai ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di salah satu perguruan tinggi swasta. Ini tidak main-main, dia harus berpidato di hadapan lebih dari 2000 mahasiswa. Selain itu, di barisan depan, nampak duduk berwibawa para dosen, termasuk sang doctor yang killer itu.

Ternyata pidato itu berjalan lancar-lancar saja. Walau untaian ‘kata mutiara’ sudah ia tebar, tapi begitu ia mulai menjelaskan program-programnya, banyak mahasiswa malah ngobrol. Tapi ia tidak peduli, ia dengan bersemangat terus pidato. Kutipan kalimat Bung Karno, Plato, Sun Zu, Kang Zu, hingga hadist dan pepatah Jawa ia tuangkan dalam pidato pembukaan itu…

Apa yang dilakukan oleh mahasiswa tadi adalah belajar memimpin. Walau di awal kurang bisa memukau pendengar, ia akan belajar terus. Saya yakin, suatu saat nanti ia akan bisa berpidato dengan penuh keyakinan dan yang penting program kerjanya dijalankan oleh para pengurus lainnya.

Ketika kita belajar memimpin, jelas tidak cukup hanya membaca buku. Ini sama saja seperti belajar renang, tennis, naik sepeda di mana anda harus mempraktekkan kepemimpinan itu. Tanpa pengalaman praktek, anda hanyalah seorang ahli teori.

Jika di masa lalu orang berpendapat pemimpin dilahirkan, sekarang pendapat itu sudah diperbaiki. Memang orang lahir memiliki potensi untuk memimpin. Oleh karenanya, kepemimpinan tidak dapat diajarkan. Kepemimpinan harus dipelajari melalui fasilitasi, simulasi, dan pelatihan satu demi satu. Kepemimpinan ini merupakan proses penemuan diri sendiri.

Jadi, ketika anda memperoleh kesempatan untuk memimpin, ambil saja kesempatan itu. Jangan takut salah, tapi anda harus belajar banyak tentang bagaimana memimpin yang baik itu.

Ada cara yang tercepat dalam belajar kepemimpinan, anda harus mengajarkan apa yang anda pelajari. Contoh, anda sudah belajar buku kepemimpinan, dan merasa yakin sudah tahu segala sesuatu tentang bagaimana memimpin. Tapi itu tidak cukup. Dengan berjalannya waktu, konsep itu akan perlahan-lahan menghilang dari benak anda, dan anda bahkan bisa lupa semuanya.

Agar tidak lupa, anda harus mengajarkan kepada orang lain. Ketika anda mengajar, anda ‘terpaksa’ harus menguasai konsepnya secara mendalam. Otak anda akan bekerja lebih keras, anda terpaksa harus menghafal konsep-konsep secara lebih detil.

Ketika anda mulai mengajarkan, anda akan mengulang-ulang konsep itu. Semakin diulang, anda akan semakin paham dan hafal dengan konsep-konsep kepemimpinan itu. Akibatnya, konsep itu akan ter-internalisasi. Ia akan menjadi bagian dari diri anda. Ketika anda memimpin, bagian yang ada di dalam diri anda itu akan ‘menjelma’ dan mengarahkan perilaku anda. Anda bahkan seolah-olah sudah ‘tertakdir’ menjadi pemimpin ulung.

Mengapa? Karena orang-orang di sekitar anda mengamati bahwa langkah, strategi, pendekatan yang anda ambil memang benar-benar pas dengan situasi yang dihadapi.

Ketika anda menghadapi situasi ketidakpastian, menurut teori, anda harus tampil ke muka, dan bukannya bersembunyi. Karena ajaran itu sudah melekat pada sanubari anda, ketika anda menghadapi situasi sulit, anda tampil ke depan. Tampilnya anda ke depan ini diamati oleh bawahan anda. Mereka kemudian berpikir, “Inilah pemimpin ideal kita. Dia berani bertanggung jawab dan melindungi kita semua. Rasanya inilah orang yang tepat yang bisa membimbing kita menuju masa depan yang lebih cerah…”

Jadi agar waktu yang sudah anda investasikan untuk membaca bahan-bahan di web ini tidak sia-sia, saya sangat anjurkan anda untuk mengajarkan konsep-konsep ini kepada rekan-rekan anda.

Tentu anda tidak bisa mengajarkan semuanya, karena ini menyita waktu yang cukup lama. Cukup anda anjurkan agar teman-teman anda itu berkunjung ke web ini untuk belajar. Kemudian, diskusikan, ya diskusikan konsepnya secara panjang lebar. Hanya dengan berdiskusi ini saja, konsep-konsep yang tadinya ‘abstrak’ bisa menjadi ‘membumi’ dan menjadi milik anda.

Diskusi, dipadu dengan mengajarkan akan makin memperkaya sanubari anda. Akibatnya, ketika saat memimpin tiba, konsep-konsep yang sudah terinternalisasi akan keluar dengan mulus. Tanpa terasa anda sudah lebih siap untuk memimpin efektif.

Selamat belajar kepemimpinan…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s