Guru Dilarang Jadi Pengawas UN

Guru sekolah dilarang menjadi pengawas ujian nasional (UN) di sekolah lain. Ujian nasional juga akan menggunakan sistem dalam Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur, Rasiyo menuturkan, guru sekolah hanya boleh menjadi pengawas UN di madrasah dan sebaliknya. “Hal itu untuk memperkecil kemungkinan kecurangan selama UN,” ujarnya di Surabaya, Senin (12/3).

Pada UN tahun-tahun sebelumnya, pengawas diduga ikut andil dalam kecurangan. Beberapa oknum pengawas bekerjasama dengan guru suatu sekolah untuk membantu peserta UN. Kerjasama itu berlaku timbal balik.

Dengan pola baru ini, diharapkan pola kecurangan itu tidak terulang. Pasalnya, materi untuk madrasah berbeda dengan materi untuk sekolah umum. Dengan demikian, guru sekolah yang menjadi pengawas di madrasah dan sebaliknya tidak bisa membantu peserta UN. “Kunci soal tidak berada di sekolah,” ujarnya.

UN 2007 juga akan menggunakan sistem distribusi soal seperti dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru. Dengan sistem itu, peserta A tidak akan mendapatkan soal yang sama dengan peserta di samping, belakang, dan depannya. “Dengan pola itu, tertutup kemungkinan kerjasama antarpeserta,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini soal-soal UN dalam tahap persiapan pencetakan. Kegiatan itu dipusatkan di Surabaya dan ditargetkan selesai akhir Maret. “Saya tidak bisa menyebut percetakan mana untuk mencegah kemungkinan soal bocor. Tetapi saya pastikan percetakan itu dipilih sesuai prosedur,” tuturnya.

Soal-soal itu harus tiba di kabupaten/kota paling lambat 9 April 2007 atau sepekan sebelum UN. Soal-soal itu akan disimpan di tempat yang dekat kepolisian resor setempat. “Kunci gudang akan dipegang oleh perwakilan kepolisian, Dinas Pendidikan, dan Depag kabupaten/kota,” ujarnya.

Ketiga pemegang kunci itu harus membuka dan menutup kunci bersama. Jika salah satu perwakilan tidak ada, kunci gudang tidak boleh dibuka atau ditutup. “Jadi selama penyimpanan ada banyak pihak dilibatkan. Polres juga ikut mengamankan soal saat diterima dari provinsi,” ujarnya.

sumber: http://www.kompas.co.id

Iklan

2 pemikiran pada “Guru Dilarang Jadi Pengawas UN

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s