Bab 3- Metodologi Penelitian

A. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian secara umum adalah untuk mengungkapkan atau mendapatkan gambaran tentang hubungan atau pengaruh Iklim Organisasi Sekolah dengan Kinerja Guru.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri di wilayah Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Propinsi Jawa Barat. Adapun SD yang akan menjadi tempat penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 1. Daftar Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Lebakwangi

Kabupaten Kuningan

NO

NAMA SD

KEPALA SEKOLAH

JUMLAH GURU

1

Lebakwangi I

1

5

2

Lebakwangi II

1

5

3

Mekarwangi I

1

5

4

Mekarwangi II

0

5

5

Cipetir

1

5

6

Cineumbeuy I

1

6

7

Cineumbeuy II

1

6

8

Cinagara I

1

6

9

Cinagara II

1

5

10

Langseb I

1

6

11

Langseb II

1

5

12

Mancagar

1

3

13

Bendungan I

1

4

14

Bendungan II

1

3

15

Sindang I

1

6

16

Sindang II

1

4

17

Pasayangan

1

5

18

Pagundan I

1

7

19

Pagundan II

1

7

20

Manggari

1

4

21

Pajawan Kidul

0

5

22

Mandala Jaya I

0

5

23

Mandala Jaya II

1

4

24

Ciporang I

1

4

25

Ciporang II

1

5

26

Kutaraja

1

5

27

Kuta Mandarakan

1

5

28

Maleber I

1

5

29

Maleber II

0

5

30

Parakan

1

5

31

Karangtengah

1

5

32

Dukuh Tengah

1

4

33

Buniasih

1

4

34

Cikahuripan I

0

4

35

Cikahuripan II

1

3

36

Padamulya I

1

2

37

Padamulya II

1

3

38

Mekarsari

1

4

39

Galaherang I

1

5

40

Galaherang II

0

3

41

Garahaji

1

2

42

Cipakem I

1

2

43

Cipakem II

1

2

44

Cipakem III

1

2

45

Giriwaringin

1

2

46

Mekarwangi III

1

3

Jumlah

<!–[if supportFields]> =SUM(ABOVE) <![endif]–>40<!–[if supportFields]><![endif]–>

<!–[if supportFields]> =SUM(ABOVE) <![endif]–>200<!–[if supportFields]><![endif]–>

Sumber : Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Lebakwangi, Kuningan.

Dari tabel di atas diperoleh informasi bahwa di Kecamatan Lebakwangi terdapat 40 orang kepala SD dan 200 orang guru.

Pengambilan tempat di wilayah kecamatan Lebakwangi disebabkan beberapa hal yang menjadi pertimbangan, yaitu : (1) wilayah tersebut merupakan wilayah kerja penulis, (2) wilayah tersebut merupakan wilayah di mana penulis tinggal, (3) wilayah tersebut adalah wilayah yang banyak dikenal penulis dan diharapkan akan mendapatkan kemudahan untuk penelitian tersebut, dan (4) adanya keingintahuan yang mendalam tentang fenomena-fenomena yang mungkin terjadi di daerah sendiri.

2. Waktu Penelitian

Waktu yang dibutuhkan dalam penelitian ini mulai bulan Desember hingga bulan April 2002, kurang lebih 5 bulan. Lebih rinci lagi dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 2. Time Schedule Penelitian

NO

KEGIATAN

WAKTU

KETERANGAN

1

Persiapan Penelitian

Desember 00

2

Membuat Kisi-kisi Instrumen

Desember 00

Sesuai prosedur

3

Membuat Instrumen

Desember 00

Konsultasi dgn pembimbing

4

Menggandakan Instrumen

Desember 00

Persetujuan dari pembimbing

5

Mengurus perizinan

Desember 00

Izin dari instansi setempat

6

Uji Coba Instrumen

Januari 2001

20 responden

7

Uji Validitas-Reliabelitas

Januari 2001

Fasilitas SPSS 6.0

8

Mendapat Instrumen Jadi

Januari 2001

Diketahui oleh pembimbing

9

Penyebaran Instrumen Jadi

Pebruari 2001

40 responden

10

Pengumpulan Hasil

Maret 2001

11

Pendistribusian Data

Maret 2001

12

Pengolahan Data

Maret 2001

Menggunakan fasilitas SPSS 6.0

13

Pengetikan hasil penelitian

April – Mei 01

C. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif, yaitu: “…memberikan gambaran tentang fenomena tertentu atau aspek kehidupan tertentu dari masyarakat yang diteliti.”[64] Sedangkan Rosenberg, Morris memberikan dua pengertian metode deskriptif, yaitu : “(1) mendeskripsikan gejala-gejala a yang diteliti, (2) Mempelajari hubungan antara gejala-gejala yang diteliti.”[65]

Metode deskriptif tidak hanya terbatas pada pengumpulan data, tetapi meliputi analisis dan interprestasi tentang arti data itu. Penelitian deskriptif membandingkan persamaan dan perbedaan fenomena tertentu.[66]

Selain itu dipergunakan metode survey pada waktu pengumpulan data dengan teknik korelasional. Hal itu disebabkan karena terdapat hubungan antara variabel yang satu dengan yang lain, sebagaimana disebutkan oleh Yatim Riyanto bahwa “…ciri penelitian korelasional adalah (a) menghubungkan dua variabel atau lebih, (b) besarnya hubungan didasarkan kepada koefisien korelasi, …”[67]

Dari penjelasan di atas maka di bawah ini digambarkan konstelasi penelitian agar alur penelitian lebih terfokus dan terarah, yaitu :

Y

X

Gambar 5. Konstelasi Penelitian

Keterangan :

X : Iklim Organisasi Sekolah Y : Kinerja Guru

D. Populasi dan Sampel

Populasi menurut Fraenkel dan Wallen adalah kelompok yang menarik penelitian, di mana kelompok tersebut oleh peneliti dijadikan sebagai objek untuk menggeneralisasikan hasil penelitian.[68] Selain itu Sudjana mengatakan yaitu : totalitas semua nilai yang mungkin, baik hasil menghitung maupun pengurangan, kuantitatif atau kualitatif dari karakteristik tertentu mengenai sekumpulan objek yang lengkap dan jelas.[69] Berdasarkan pendapat ini maka populasi penelitian adalah seluruh guru sekolag dasar yang ada di wilayah Kecamatan Lebakwangi Kabpaten Kuningan yang berjumlah 200 orang seperti yang telah disebutkan pada tabel 1 di atas.

Mengenai jumlah sampel yang akan diambil berdasarkan pendapat Yatim, bahwa “Sampel dapat didefinisikan sebagai sembarang himpunan yang merupakan bagian dari suatu populasi.”[70]

Adapun pengambilannya berdasarkan pendapat Harry King dalam menghitung sampelnya tidak hanya didasarkan pada kesalahan 5% saja, tetapi bervariasi sampai 15%.[71]

Berdasarkan pendapat di atas selanjutnya penelitian tesis ini akan menggunakan kepercayaan sampai 95% atau kesalahan 5% maka jumlah sampelnya hingga 20% dari jumlah populasi. Hal itu dikarenakan untuk menghindari kesalahan yang bakal terjadi di lapangan. Dengan demikian 200 orang x 20% = 40 orang sampel yang akan dijadikan target penelitian.

Tabel 3. Perincian dan Penyebaran Anggota Sampel

NO

NAMA SD

JUMLAH SAMPEL

1

Lebakwangi I

1

2

Lebakwangi II

1

3

Mekarwangi I

1

4

Mekarwangi II

1

5

Cipetir

1

6

Cineumbeuy I

1

7

Cineumbeuy II

1

8

Cinagara I

1

9

Cinagara II

1

10

Langseb I

1

11

Langseb II

1

12

Mancagar

1

13

Bendungan I

1

14

Bendungan II

1

15

Sindang I

1

16

Sindang II

1

17

Pasayangan

1

18

Pagundan I

1

19

Pagundan II

1

20

Manggari

1

21

Pajawan Kidul

1

22

Mandala Jaya I

1

23

Mandala Jaya II

1

24

Ciporang I

1

25

Ciporang II

1

26

Kutaraja

1

27

Kuta Mandarakan

1

28

Maleber I

1

29

Maleber II

1

30

Parakan

1

31

Karangtengah

1

32

Dukuh Tengah

1

33

Buniasih

1

34

Cikahuripan I

1

35

Cikahuripan II

1

36

Padamulya I

1

37

Padamulya II

1

38

Mekarsari

1

39

Galaherang I

1

40

Galaherang II

1

Sumber : Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Lebakwangi, Kuningan.

E. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel yaitu iklim organisasi kelas (X) masing-masing sebagai variabel bebas dan kinerja guru (Y) sebagai variabel terikat.

Dalam penelitian ini menggunakan tiga instrumen, yaitu :

1. Kuesioner untuk kinerja guru.

2. Kuesioner untuk kepemimpinan kepala sekolah.

3. Kuesioner untuk iklim organisasi sekolah.

Untuk menyusun instrumen penelitian, penulis melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Menjabarkan variabel penelitian ke dalam indikator.

2. Indikator-indikator diperoleh dari teori yang mendukung masing-masing variabel.

3. Mengadakan konsultasi dengan pembimbing untuk mendapatkan masukan, apakah indikator yang dikembangkan sudah rasional atau logis.

Instrumen yang dibuat dalam penelitian ini berdasarkan kepada skala sikap model likert yang telah dimodifikasi, yang menggunakan 5 option, dengan skoring 5 untuk selalu, 4 untuk sering, 3 untuk kadang-kadang, 2 untuk jarang, dan 1 untuk sangat tidak pernah. Hal ini berlaku untuk pernyataan positif dan sebaliknya bila pernyataan negatif.

Pengembangan alat ukur dari masing-masing variabel adalah sebagai berikut :

1. Kinerja Guru (Y)

Kinerja guru merupakan hasil yang dicapai seorang guru dalam menyelesaikan segala tugas yang dibebankan kepadanya. Keberhasilan tersebut banyak dipengaruh faktor intern dan ekstern yang ada di sekitarnya.

Instrumen kinerja guru disusun sebanyak 30 butir pernyataan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel kisi-kisi instrumen perilaku belajar berikut ini :

Tabel 4. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Variabe Kinerja Guru

No

Indikator Variabel

Deksriptor

No. Item

1.

Kemampuan Personal Guru

a. Mempersiapkan diri

b. Melengkapi alat

c. Persiapan tugas berikutnya

d. Keteladanan

e. Meningkatkan kemampuan diri

f. Penataan kelas

1

2

3

4

5

6

2.

Kemampuan Profesional

a. Kondisi kelas

b. Pengelolaan kelas

c. Kegiatan bimbingan

d. Pengamatan

e. Reward dan Punishmen

f. Pelayanan khusus

g. Minat belajar siswa

h. Metode pembelajaran

i. Penguasaan Kurikulum

j. Program perbaikan

k. Penguasaan siswa

l. Melatih

m. Evaluasi siswa

n. Administrasi kelas

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

3

Kemampuan sosial

a. Penampilan diri

b. Evaluasi diri

c. Sikap dan perilaku

d. Hubungan yang harmonis

e. Saling membantu

21,26

22,27

23,28

24,29

25,30

2. Iklim Organisasi Sekolah

Batasan iklim organisasi sekolah dalam hal ini adalah segala situasi yang muncul akibat hubungan antara guru dengan civitas akademik di dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar di sekolah.

Instrumen iklim organisasi sekolah disusun sebanyak 30 pernyataan, yang dijabarkan berdasarkan indikator-indikator dan teori yang mendukungnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 6. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Variabe Iklim Organisasi Sekolah

No

Indikator Variabel

Deksriptor

No. Item

1.

Hubungan Kepala Sekolah dan Guru

a. Sopan santu

b. Gotong royong

c. Pemanfaatan waktu luang

d. Saling mengenal

e. Aspiratif

f. Iklim harmonis

g. Komunikasi dua arah

h. Saling mempengaruhi

i. Dialogis

j. Memperhatikan sesama

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

2.

Kondisi Kerja

a. Pemahanan pribadi

b. Kebebasan berpendapat

c. Kooperatif

d. Bijaksana

e. Kesempatan mengembangkan diri

f. Saling menghargai

g. Kesempatan berinisiatif

h. Perasaan berkelompok

i. Tanggung jawab

j. Kegairahan

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

3

Suasana Lingkungan Fisik

a. Memperhatikan keindahan lingkungan

b. Penataan sekitar sekolah

c. Penataan ruang kelas

d. Perencanaan bersama

e. Pemeliharaan K3

21,26

22,27

23,28

24,29

25,30

Instrumen yang disusun oleh penulis berdasarkan teori pendukung dari masing-masing variabel. Sebelum instrumen tersebut digunakan dilakukan uji coba (try out) untuk menguji data tersebut pada keterandalan (reliabelitas) dan kesahihannya (validitas) agar layak digunakan sebagai instrumen penelitian dalam pengambilan data penelitian.

3. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian

Instrumen yang disusun berdasarkan kisi-kisi yang dibuat sebelumnya digunakan dalam rangka pengambilan data terhadap ketiga instrumen tersebut dengan melakukan uji coba (try out) untuk menguji reliabilitas dan validitas soal.

Uji coba telah dilakukan terhadap 20 guru SD di Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Propinsi Jawa Barat. Uji coba ini dimaksudkan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas soal.

a. Pengujian Validitas Instrumen Penelitian

Validitas (kesahihan) tes dimaksudkan untuk mengetahui apakah alat ukur tersebut nanpu mengukur apa yang hendak diukur dan mengungkapkan apa yang hendak diungkapkan. Validitas atau kesahihan adalah suatu pandangan yang sangat penting dipertimbangkan ketika mempersiapkan suatu instrumen yang akan digunakan. Validitas didefinisikan sebagai penunjukkan, kesesuaian, kemengertian, kegunaan, dan kesimpulan spesifik yang telah dibuat penelitian berdasarkan pada data yang telah mereka kumpulkan.

Definisi tersebut menunjukkan bahwa dengan memvalidasi instrumen, maka telah dilakukan suatu proses pengumpulan bukti-bukti yang kuat untuk mendukung penarikan kesimpulan dari instrumen tersebut.

Validitas yang digunakan adalah validitas isi (content validity). Untuk mengukur validitas isi digunakan metode internal konsistensi yaitu mengukur besarnya korelasi antara tiap butir dengan semua butir pertanyaan menggunakan rumus korelasi Product Moment dan uji signifikansi dengan uji-t. Suatu butir soal ditentukan oleh besarnya harga rhitung pada alfa = 0,05. Jika rhitung > rtabel maka butir soal dinyatakan valid atau sahih.

Pengujian validitas (kesahihan) dan reliabilitas (keterandalan) instrumen penelitian dan hasil perhitungan butir-butir soal yang valid untuk instrumen perilaku belajar, kepemimpinan guru, dan iklim organisasi kelas secara lengkap dapat dilihat pada rangkuman hasil analisis berikut ini :

1) Instrumen Kinerja Guru

Jumlah butir soal : 30

Taraf signifikansi : 0,05

Hasil analisis : Semuanya valid.

Keputusan : seluruh butir pernyataan dipakai.

2) Instrumen Kepemimpinan Kepala Sekolah

Jumlah : 30

Taraf signifikansi : 0,05

Hasil penelitian : Semuanya valid.

Keputusan : Semua butir soal dipakai.

3) Instrumen Iklim Organisasi Sekolah

Jumlah : 30

Taraf signifikansi : 0,05

Hasil penelitian : Semuanya valid.

Keputusan : Semua butir soal dipakai.

Alat ukur (instrumen) dinyatakan reliabel apabila memiliki koefisien reliabilitas yang bermakna sekurang-kurangnya kuat. Dari pengolahan diharapkan bahwa harga reliabilitas masing-masing instrumen adalah sebagai berikut :

rn kinerja guru = 0,969.

rn kepemimpinan kepala sekolah = 0,984, dan

rn iklim organisasi sekolah = 0,965.

Berdasarkan hasil analisis uji coba tersebut, maka instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel atau sangat kuat karena menghasilkan koefisien reliabelitas yang diperoleh lebih besar dari 0,8.

b. Pengujian Reliabilitas Instrumen Penelitian

Di samping pengujian validitas, terhadap instrumen juga dilakukan pengujian reliabilitas.

Menurut Semiawan : “Reliabilitas menunjukkan pada ketetapan (konsistensi) dari nilai yang diperoleh sekelompok individu dalam kesempatan yang berbeda dengan tes yang sama ataupun yang itemnya ekivalen”.

Apabila diperoleh reliabilitas instrumen tinggi, maka kemungkinan kesalahan data yang dikumpulkan rendah, akurasi dan stabilitas data berarti tinggi untuk mengukur reliabilitas instrumen penelitian digunakan rumus Alpha Cronbach. Koefisien reliabilitas yang diperoleh berpedoman pada klasifikasi Gaiford sebagai berikut :

r > 0,8 = sangat kuat

0,5 < r > 0,8 = kuat

0,4 < r > 0,6 = sedang.

F. Teknik Pengumpulan Data

Pengambilan data dilakukan terhadap guru pada SD di Kecamatan Lebakwangi Kabupaten Kuningan, Propinsi Jawa Barat. Sumber data diperoleh dari instrumen penelitian yang dirancang secara khusus oleh peneliti. Data tentang kepemimpinan guru, iklim organisasi kelas, dan kinerja guru diperoleh melalui tiga instrumen dengan menggunakan angket skala sikap model Likert.

G. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini pengolahan data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif dan uji hipotesis dengan analisis korelasional. Sebelum melaksanakan analisis korelasional, dilakukan terlebih dahulu uji normalitas dan uji linearitas.

Tujuan melakukan uji normalitas adalah untuk mengetahui dari masing-masing variabel bersifat normal. Sedangkan uji linearitas untuk mengetahui apakah hubungan antara varibel bersifat linear yang merupakan syarat untuk uji korelasi.


[64] Masri Singarimbun, 1989.

[65] Morris Rosenberg, 1968.

[66] Winarno Surachmad, 1980, h. 139.

[67] Ytim Riyanto, 2001, Metodologi Penelitian Pendidikan, Surabaya : Penerbit SIC, h. 34.

[68] Fraenkel dan Wallen, 1990, h. 68.

[69] Sudjana, 1982, hal. 161.

[70] Yatim Riyanto, 2001, Metodologi Penelitian Pendidikan, Surabaya : SIC, h. 64.

[71] Harry King dalam Sugiyono, 2000, Metodologi Penelitian Administrasi, Bandung : Alfabeta, h. 64.

3 pemikiran pada “Bab 3- Metodologi Penelitian

  1. tulisan anda sungguh luar biasa, klau anda berkenan bolehkah saya dikirimi filenya secara lengkap (pendhuluan- isi-dftr pustaka – angket), soalnya bagan tidak terlihat sama sekali n ini sya gnakan sebgai referensi kul sya, trims p.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s